saksi dimana nanti malaikat w tersenyum nih :D

arrum . Powered by Blogger.
RSS
Post Icon

ayah



Dulu saya  adalah anak sekolah yang agak sulit diatur. Semua yang saya inginkan harus dituruti hari itu juga dan egois . Lama berselang saya keluar dari sekolah menengah kejuruan.dan disat itulah saya giat mencari kerja alhamdulillah saya diterima dalam sebuah resto dijakarta .yang sebelumnya melalui banyak proses seleksi yang di berikan dari sekolah di jawa tengah tepatnya klaten.waktu berlalu cepat ,dan saya harus pergi jauh dari ayah saya.

 awalnya merasa senang karna jauh dari pengawasan dan aturan, hari berlalu 7 hri tepatnya saya berada dijakarta sepanjang malam dan siang saya hanya menangis merasakan kerja dalam rumah makan ,setiap ditelfone ayah pun saya menyembunyikan tekanan dalam keadaan pekerjaan saya pada ayah, takut jika ayah mengetahui malah membuatnya sedih,, lama berlalu dengan keadaan hati yang semakin engga betah sya memutuskan pulang kampung sehari setelah mendapatkan gaji pertma bekerja selepas sekolah yang tidak seberapa hanya 700.000 .dengan uang itu saya yang tidak mengetahui jalan pulang dari tangerang ke stasiun pasar senen pun nekat dengan bermodal bertanya orang’’ sekitar. Alhamdulillah smpai ke stasiun pasar senen jakarta pusat, saat itu pun hari-hari liburnya anak skolah setelah ujian alhasil ramai dan kehabisan tiket, ya tuhan begitu beratnya mandiri di kota rantau ini batinku berteriak, dengan tekat bulat saya bertanya kepada penjual karcis jika tidak pkai tempat duduk apakah masih boleh naik dan alhamdulillah bisa , walaupun kecewa karna harga ttap sama namun dduk di depan pintu kereta , semua itu saya jadikan pelajaran hidup mandiri itu harus kuat mental dan hati seperti yang ayah selalu bilang namun tak kudengar, sebulan lamanya saya berada dirumah dengan perasaan tak tega ayah saya mencarikan saya kerja, dan dapat lah di sebuah pt , sejak subuh ia mengantar karna jarak dari rumah ke pt jauh dan kami pun tidak mengetahui alamt pasti pt itu dmana. Waktu beranjak siang dan sya sampai ke tempat tujuan tepat waktu , ayah menunggu diluar pt dengan hati yang berharap semoga saya diterima, sejak jam 7 sampai jam 5 sore ia menunggu terus dengan rasa terkantuk-kantuk dan panas, ayah dengan sabar menunggu,, dengan wajah semringah saya pun keluar dengan membwa berita baik bahwa doa ayah terkabul, dengan semngat dan rasa kantuk hilang syah membawaku pulang,, waktu berlalucepat dengan rutinitas sama setiap pagi ayah mengantarkankudan pulang menjemputku, dengan sabar ia melakukanya walaupun aku tak jarang membuatnya jengkel.

Sedikit demi sedikit aku mulai mengerti pengorbanan ayah menafkahi anak istrinya itu tak mudah , terlbih mendidik ku dengan sabar, seorang diri. Bulan telah berganti dan tahun sekarang aku bekerja dalam lingkungan yang sangat baik untuk kehidupan rohani dan jasmani ku, aku mampu membuatnya bangga dengan segudang perubahanku yang selalu patu dengannya,menjadi anak perempuan yang menutup aurat(berjilbab) ,mampu mengangkat derjatnya di mata masyarakat yang mampu mendidik q seorang diri menjadi wanita tangguh mandiri,berpendidikan lebih dari yang lain,,
Walaupun saat ini aku masih mengejar sarjanaku, namun itu membuatnya bangga, ta sia-sia ia menemaniku siang malam , menuruti semua mauku ,dan berbicara filosofi hidup dari pengalamanya.

Disini penulis mau memberuitahukan jika semua arahan aturan dari kedua orangtua itu demi kebaikan diri kita sendiri,untuk mencpai yang lebih dari mereka,senangkan mereka kedua orangtua kita,buatnya merasa bangga sebelum semuanya terlambat,dan doakan mereka sehat selalu untuk dapat menemani kita smpai nanti sukses dan menikmati kesuksesan kita,,,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment