mata sudah bertemu mata
tanganpun sudah berjabat
namun mulut tetap tertutup
enggan terbuka hanya untuk mengucap salam
dalam berteman..
takjarang memilih yang jelita daripada yang buruk rupa
memilih yang beristana daripada yang bergubuk
tak segan tangan melongok keluar
untuk mengotori jalanan
dan enggan menolong ketika tangan-tangan kecil mengadah
apa ini negara yang mereka sebut ramah ?
kata mereka negara kita jantung dunia
namun kebakaran hutan merajalela
kata mereka kita saling menghormati antar agama
namun nyatanya kami sering berselisih antar agama
kata mereka kita berbudaya
namun sayang itu hanya kata mereka
sekarang kita lupa bagaimana cara saling menyayangi
budaya yang dlu kental akan norma
kini tergilas oleh zaman
kata-kata buanglah sampah pada tempatnya
hal yang sering kita temui
tak kan ada gunanya kata-kata itu
tanpa komitmen dan tindakan
budaya saling gotong royong membantu
kini hilang lenyap dengan sikap acuh tak acuh
tinggikan ego pribadi daripada menolong
jadi apa indonesia ini kelak
jika budaya yang baru ini
terus melekat
jadi apa anak cucu kita nanti
hidup dalam negara bayang-bayang
kata mereka
yang sebelumnya itu memang nyata..
kata mereka
2:50 AM |
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment