Pengertian penderitaan
Penderitaan
berasal dari kata derita. Derita itu sendiri berasal dari kata dhra
(sansekerta) yang berarti menahan atau menanggung. Penderitaan merupakan
keadaan dimana seseorang harus menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak
menyenangkan, sesuatu yang menyedihkan. Penderitaan terdapt penderitaan lahir,
batin ataupun lahir batin yang mau tidak mau harus dihadapi.
Tingkatan
penderitaan pun ada yang berat ataupun ringan, namun itu semua kembali
kepada individu yang menghadapinya. Apakah ia dapat menangani penderitaan
dengan ikhlas atau tidak. Selain itu tingkatan penderitaan juga berbeda-beda
menurut pandangan orang lain.
Penderitaan
merupakan awal dari kesuksesan. Penderitaan itu adalah resiko hidup, karena
hidup di dunia ini bagaikan roda yang berputar. Sesekali kita di tempatkan di
tempat yang paling bawah. Hal itu diberikan Allah SWT semata-mata untuk
kebaikan kita. Hal ini dimaksudkan agar manusia sadar dan senantiasa bersyukur
atas apa yang telah dibelikan oleh-Nya.
-
Contoh
penderitaan
a. Kemiskinan
Kemiskinan merupakan salah satu
penderitaan yang sulit untuk dihindari bila tidak ada usaha dari si penderita.
Kebanyakan seseorang mengeluh akan kemaiskinan yang ia derita, tanpa
berpikir untuk bangkit dan mancari cara untuk keluar dari kemiskinan
tersebut. Asalkan ada kemauan, usaha serta doa, pastilah seseorang dapat
keluar dari kemiskinan.
b. Bencana
Tidak ada yang dapat menghindari
sebuah bencana yang diberikan oleh Allah SWT. Bencana yang datang dapat menghilangkan
sebagian ataupun seluruh harta benda yang ada, bahkan dapat mengakibatkan
kehilangan anggota keluarga. Trauma yang diakibatkan oleh bencana juga sulit
untuk dipulihkan. Hal ini membutuhkan banyak waktu untuk seseorang kembali
bangkit dan hidup normal dengan membangun kehidupannya seperti sedia kala.
c. Kehilangan pekerjaan
Untuk kepala rumah tangga,
kehilangan pekerjaan tentunya menjadi hal yang tidak diinginkan. Bagaimana ia
bisa menghidupi seluruh keluarganya apabila ia tidak memiliki penghasilan lagi.
Apalagi saat ini mencari ppekerjaan yang layak sangatlah sulit. Terkadang
tenaga yang telah dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang didapat. Akibat
dari penderitaan ini bisa saja menyebabkan kemiskinan.
-
Siksaan
a. Pengertian siksaan
Siksaan atau penyiksaan berasal dari
bahasa inggris yaitu torture yang
dapat diartikan sebagai tidakan diluar batas kewajaran yang mengakibatkan
korban sakit jasmani maupun rohani. Siksaan ini dapat mengakibatkan penderitaan
yang bisa saja berujung pada balas dendam. Siksaan ini merupakan suatu tindakan
yang dilakukan dengan sengaja dengan tujuan intimidasi, balas denda, hukuman,
ataupun sadisme.
b. Menjelaskan tentang phobia
Phobia merupakan keadaan dimana
seseorang mengalami schock emosional atau suat tekanan atau ketakuatan yang
berlebihan terhadap benda, situasi atau kejadian pada waktu tertentu. Para ahli
mengatakan, phobia merupakan problema psikologis yang dalam, yang harus
ditemukan, diketahui dan ditaklukan sebelum phobia itu hilang. Phobia harus
dapat ditaklukan, apabila tidak maka phobia tersebut akan menjadi-jadi.
Penyebab phobia sendiri bisa saja berasal dari kejadian traumatis yang dialami
sejak kecil.
c. Sebutkan 3 siksaan yang sifatnya psikis
1. Kebimbangan
Kebimbangan dialami oleh seseorang
saat orang tersebut tidak dapat menentukan pilihan yang akan diiambil.
Kebimbangan dapat mengakibatkan seseorang merasakan serta mengalami keadaan
yang tidak menentu sehingga ia merasakan penderitaan. Namun untuk orang yang
dapat berpikir dengan jernih, kebimbangan tentu saja dapat dengan mudah
dilewati. Kebalikannya, untuk orang yang lemah berpikirnya, kebimbangan
tersebut akan dialami dalam jangka waktu yang lama dan menyebabkan siksaan
bahkan penderitaan batin yang lama.
2. Kesepian
Kesepian yaitu keadaan dimana
seseorang merasa sendiri meskipun iya berada dalam lingkungan yang ramai.
Kesepian juga dapat berakibat pada siksaan, siksaan batin tentunya. Seseorang
akan merasa bahwa dirinya akan selalu sendiri dan tidak ada orang lain yang mau
menemaninya. Sama halnya dengan kebimbangan, kesepian juga dapat dihindari atau
dilewati dengan cepat, salah satunya yaitu dengan cara berbaur dengan
kawan-kawan dan melakukan hal-hal yang menyenangkan.
3. Ketakutan
Ketakutan merupakan bagian dari
phobia, apabila ketakutan tidak ditempatkan pada tempat yang benar, maka
tentulah ketakutan dapat berakibat phobia. Ketakutan biasanya dialami oleh
seseorang pada benda, binatang, ataupun situasi tertentu. Sama halnya dengan
kesepian, ketakutan juga dapat dialami seseorang dalam situasi lingkungan yang
ramai.
d.
Penyebab
seseorang merasa ketakutan
Banyak penyebab seseorang mengalami
ketakutan, anatara lain :
1. Claustrophobia dan Agoraphobia
Claustrophobia merupakan ketakutan
pada ruanganan tertutup. Sedangkan Agoraphobia ketakutan pada ruangan terbuka
2. Gamang
Gamang merukapan ketakutan yang
dialami seseorang yang berada pada tempat yang tinggi
3. Kegelapan
Ketakutan yang terjadi apabila
seseorang berada dalam keadaan yang gelap akan membuat seseorang memikirkan
sesuatu yang ia takuti.
4. Kesakitan
Merupakan ketakutan yang disebabkan
oleh rasa sakit yang akan dialami.
5. Kegagalan
Ini merupakan ketakutan dimana seseorang berpikir dan
merasa bahwa dirinya akan gagal sebelum menjalankan sesuatu.
Sebab-sebab
timbulnya kekalutan mental sebagai berikut :
a.
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
Hal-hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, yang
berangsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Hal ini
banyak terjadi pada orang-orang melankolis.
b.
Terjadinya konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara
yang bersangkutan dan yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat
menyesuaikan diri lagi, misalnya orang dari pedesaaan yang telah mapan sulit
menerima keadaan baru yang jauh berbeda dari masa lalunya yang jaya.
c.
Cara pematangan bathin yang salah dengan memberikan reaksi berlebihan
terhadap kehidupan sosial; overacting sebagai overkompensasi dan
tampak emosional. Sebaliknya ada yang underacting sebagai rasa rendah
diri yang lari ke alam fantasia atau dunia khayalan.
Proses-proses
kekalutan mental yang dialami oleh seseorang dapat berdampak ke arah
berikut ini :
Positif,
bila trauma (luka jiwa) yang dialami seseorang akan dijawab secara baik sebagai
usaha agar tetap survive dalam hidup. Trauma yang ia hadapi akan membuatnya
merenung dan akhirnya sadar akan tingkahnya yang berlebihan. Ia akan mencari
ketenangan dan mendekatkan diri pada Allah dengan tujuan mendapatkan petunjuk
untuk keluar dari permasalahan yang sedang ia hadapi. Misalnya, melakukan
shalat istiqhoroh dan shalat Tahajud bagi umat Islam waktu malam hari untuk
memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang
dihadapi, atau melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam
kehidupan (Dalam pepatah dikatakan; Hendaknya jatuh tupai janganlah sampai
jatuh tapai!).
Opini:
Tuhan
memberikan penderitaan kepada manusia bukan karna ia benci, melainkan ia sangat
menyayangi manusia . Tuhan pasti akan memberikan cobaan kepada
mahlukNya sesuai dengan kemampuan hambanya, siapa yang dapat melewati penderitaan
itu, maka Tuhan akan menaikkan derajat aku dan kamu menjadi lebih
tinggi. Oleh karena itu, segala pengaruh buruk yang timbul karena
terjadinya penderitaan, harusnya disingkirkan jauh-jauh. karena Tuhan
sayang sama kita semua. Penderitaan yang aku dan kamu alami sekarang, harus
dijadikan sebuah motivasi untuk bangkit menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Jangan
siksa diri sendiri dengan pengaruh penderitaan yang buruk Kalau bukan
kita sendiri yang menyelamatkan diri kita, lalu siapa lagi hayooo. :D
Source:
http://haanifah.blogspot.com/2012/10/manusia-dan-penderitaan.html
, http://septiarnita.blogspot.com/2011/06/manusia-dan-penderitaan.html






0 comments:
Post a Comment